Lokalitas Manusia Madura

Muttaqin cukup rendah hati mengatakan bahwa semua ceritanya didasarkan pengalaman subjektif. Tetapi, potret manusia Madura teruraikan secara utuh, dan dengan itu pula lokalitasnya begitu mengemuka. Dalam konteks arus modernisasi yang notabene rasio-centris, manusia Madura dengan value-centris mereka laik menjadi panutan tentang teguhnya komitmen terhadap kearifan lokal (local wisdom), seberapa pun berdatangan anggapan bahwa kearifan tersebut justru menuai kejumudan dan melahirkan stigma negatif terhadap masyarakat itu sendiri. Manusia Madura memiliki kebanggaan tersendiri dalam me lestarikan kearifan lokal mereka. (*)

 

JUDUL: Celurit Hujan Panas

PENULIS: Zainul Muttaqin

PENERBIT: PT Gramedia Pustaka Utama

CETAKAN: Januari, 2019

TEBAL: v + 150 halaman

ISBN: 978-602-06-2155-5

 

Ahmad Khoiri. Mahasiswa prodi ilmu Alquran dan tafsir; redaktur pelaksana majalah WARTA

Arsip Cerpen di Indonesia