Senja dalam Secangkir Kopi Hitam

orang-orang menghindari kesepian
dengan meminum kopi
yang terbuat dari jalanan sesak
dunia yang sesak.
aku melihatmu terbangun
dalam aroma kopi yang memabukkan—
cinta yang kita buat dari hujan
di bulan mei yang licin.
hatiku tergelincir. basah dan dingin.
aku terbangun oleh aroma kopi
di musim kemarau yang kering.
di bumi yang bising.
senja yang selalu kau ceritakan
dicuri sepasang remaja
ke barat. ke hatiku.
seperti Neruda yang gagal mencuri senja
untuk kekasihnya.
jalan-jalan menyimpan harapan
kota-kota berjalan
di atas hati yang rawan.
aku menulismu di kota yang tumbuh
gedung-gedung mengusirku
dari trotoar yang sempit
dari hatiku yang terhimpit olehmu.
aku mencium aroma tubuhmu
dari secangkir kopi.
biarkan aku meminum kesepian
dari mulutmu
agar pahit-manisnya kurasa
agar nafsu-gerahnya binasa.
aku melihat senja meninggalkanku
masuk dalam secangkir kopi
bersamamu.
Yogyakarta, 2014-2018