Puisi-puisi Kedung Darma Romansha (Media Indonesia, 03 Maret 2019)

Bangun Pagi yang Membosankan
ia menyimpan pagi di saku bajunya
ingin mendatangi nasib yang dulu pernah
membuangnya.
jalan-jalan seperti komidi putar pasar malam
memerangkap dalam keriuhan yang fana.
ia butuh tempat istirah
adalah kafe-kafe yang menyiapkan menu fiktif
penawar kesepian.
tapi ia masih menyimpan pagi di saku bajunya
berharap kelak doa akan mengubah nasib buruknya.
ia menolak lupa sampai lupa
bahwa foto-foto, video-video di Facebook,
Instagram, dan burung yang tak pernah beristirahat
di kepalanya, di kepala orang-orang
yang dipisahkan dari tubuhnya,
menyebabkan amnesia.
tapi ia masih menyimpan pagi di saku bajunya
berharap ada kekasih mengusap-usap kepalanya
melupakan hal yang tak bisa dilupakan
sebab ia menolak lupa
sampai lupa bahwa foto-foto, video-video di Facebook,
Instagram, dan burung yang tak pernah beristirahat
di kepalanya
di kepala orang-orang yang dipisahkan dari tubuhnya.
tapi ia lupa nasibnya ada yang mencuri
ketika burung di kepalanya berkicau di pagi hari.
Yogyakarta, 2017