Bangun Pagi yang Membosankan; Nok Iti 1. Tanda Pengenal; 2. Cinta Pertama; 3. Sumpah Biduan; 4. Panggung; Senja dalam Secangkir Kopi Hitam

Puisi-puisi Kedung Darma Romansha (Media Indonesia, 03 Maret 2019)

Bangun Pagi yang Membosankan; Nok Iti 1. Tanda Pengenal; 2. Cinta Pertama; 3. Sumpah Biduan; 4. Panggung; Senja dalam Secangkir Kopi Hitam ilustrasi Media Indonesiaw.jpg
Bangun Pagi yang Membosankan; Nok Iti 1. Tanda Pengenal; 2. Cinta Pertama; 3. Sumpah Biduan; 4. Panggung; Senja dalam Secangkir Kopi Hitam ilustrasi Media Indonesia 

Bangun Pagi yang Membosankan

ia menyimpan pagi di saku bajunya

ingin mendatangi nasib yang dulu pernah

membuangnya.

 

jalan-jalan seperti komidi putar pasar malam

memerangkap dalam keriuhan yang fana.

ia butuh tempat istirah

adalah kafe-kafe yang menyiapkan menu fiktif

penawar kesepian.

tapi ia masih menyimpan pagi di saku bajunya

berharap kelak doa akan mengubah nasib buruknya.

 

ia menolak lupa sampai lupa

bahwa foto-foto, video-video di Facebook,

Instagram, dan burung yang tak pernah beristirahat

di kepalanya, di kepala orang-orang

yang dipisahkan dari tubuhnya,

menyebabkan amnesia.

 

tapi ia masih menyimpan pagi di saku bajunya

berharap ada kekasih mengusap-usap kepalanya

melupakan hal yang tak bisa dilupakan

sebab ia menolak lupa

sampai lupa bahwa foto-foto, video-video di Facebook,

Instagram, dan burung yang tak pernah beristirahat

di kepalanya

di kepala orang-orang yang dipisahkan dari tubuhnya.

 

tapi ia lupa nasibnya ada yang mencuri

ketika burung di kepalanya berkicau di pagi hari.

 

Yogyakarta, 2017

 

Arsip Cerpen di Indonesia