
“Kamu sedang bawa apa, Piti?” tanya Pito.
“O, ini daun untuk menutup sarang keluargaku. Sarang yang kami buat masih kekurangan beberapa lembar daun. Apa sarangmu sudah jadi, Pito?” ucap Piti kemudian balik bertanya kepada Pito.
“Sarang? Besok-besok kan masih ada waktu, Piti,” ujar Pito geser ke dahan lainnya.
“Lho, sebentar lagi hujan akan turun, Pito. Kita harus membuat sarang tempat untuk berteduh jika hujan nanti turun dengan lebatnya,” terang Piti.
“Ah, masih ada waktu, Piti. Tidak harus sekarang, kan?” bantah Pito.
“Lihat, awan sudah gelap. Kemungkinan nanti akan turun hujan dengan lebatnya. Sebaiknya kamu buat sarang dengan segera,” saran Piti.
Pito tetap saja membantah dan tidak mengikuti saran Piti. Akhirnya Piti pun meninggalkan Pito yang masih asyik tiduran di dahan dan daun yang rimbun.
“Ya, sudah. Tetapi saranku segeralah kamu buat sarang agar nanti tidak kebingungan sebagai tempat berteduh ketika hujan turun,” pesan Piti.
“Iya, iya,” ujar Pito dengan jengkel.