Talaud; Pulau Sarak; Berita dari Negeri Kematian; Bawangin

Pulau Sarak

Lagoon Old Flat Bottom Boats ilustrasi Jurate Albertas Bucmytekrajinskas - Kompasw
Lagoon Old Flat Bottom Boats ilustrasi Jurate Albertas Bucmytekrajinskas/Kompas

pertama datang melempar sauh aku nyinyir bertanya:

siapa menabur warna salju di punggungmu?

dari pecahan karang yang diobrak-abrik naga lautan

engkau menjelma gadis dengan wajah malu-malu

menari-nari mendendangkan larik-larik sasambo

 

“berangkatlah dari air pangkalan

disertai mantra-mantra pengasihan

kuatkan hati meminta berkat

sebab semua pemberian Tuhan

 

di sana haluan perahu

emas-emas gemerlapan

di antara pulau-pulau

di tengah-tengah tanah besar

 

di sana api di pantai

tanda-tandanya akan sampai

terima kasih sudah sampai

selamatlah telah tiba”

 

di heningmu aku tenggelam dalam sati patana dan surya namaskar

meminum cahaya hangat matahari dalam khusuk pantai

mendengarkan pekik burung-burung sampiri menjerit riang

dalam rimbun daun-daun bakau dan gericik buih mencumbu pasir

membayangkan dewa-dewi menari bersama matahari

meminjam tenaga nelayan yang tak pernah lelah mendayung perahu

membayangkan menjadi anak laut berdiri di atas jukung

mengejar ikan-ikan terbang dengan pctonade

di atas buih air lautmu yang berganti-ganti warna

dari hijau lelumut ke warna kecubung

 

bagai seorang yang kangen pada kekasih

aku terbang memasuki tirai laut yang putih

bagai gaun pengantin berkelebatan pada sayap-sayap awan

sebelum rontok menggelepar mabuk kepayang

 

di pulau ini sungguh Tuhan memperlihatkan secuil surga dengan sempurna.

 

Sarak, 017/019

 

Arsip Cerpen di Indonesia