Talaud; Pulau Sarak; Berita dari Negeri Kematian; Bawangin

Bawangin

Lagoon Old Flat Bottom Boats ilustrasi Jurate Albertas Bucmytekrajinskas - Kompasw
Lagoon Old Flat Bottom Boats ilustrasi Jurate Albertas Bucmytekrajinskas/Kompas

Di puncak Tiwallung seseorang memandang pelangi

dan nubuat pun terbentang dari Wuidduanne

orang-orang berebut menyalakan lilin dalam sunyi pantai

seorang suci menggedor-gedor pintu langit

di pojok gerbang yang perkasa melantunkan doa-doa

mantram-man tram sorga yang melayang bersama kabut

singgah di pohon-pohon teduh juga belukar yang terbakar

 

“Aku bertapa di bukit ini, di kedalaman Lirung yang hijau

mendendangkan pujian langit gemanya membayang di ujung-ujung Pasifik!”

 

Tak ada yang mesti diperebutkan di sini karena bagimu

Tuhan tumbuh dalam tubuh, bermekaran dalam jantung

seperti kabar yang dikekalkan debur ombak dan teguh karang:

diwartakan pada yang rendah hati, tempat sunyi yang menjadi tempat tinggalmu!

 

Dan warta itu menjelma seutas rantai tangga langit

tempat seseorang tertatih tatih menjumpai Tuhannya

saat matahari dikepung bintang-bintang

di Sabaat yang suci di bawah naungan mawwu warlada

di dalamnya jagat bungkuk dalam Adat Bawangin

 

Mussi-Jkt. 017/019

 

Catatan:

Mawwu warlada (bahasa Talaud) berarti Tuhan Pemelihara.

Adat Bawangin: Aliran kepercayaan di Desa Mussi di Pulau Lining, Talaud, yang disebarkan oleh seorang tokoh bernama Bawangin.

 

 

Tjahjono Widijanto lahir di Ngawi, Jawa Timur, 18 April 1969. Kumpulan puisinya antara lain Janturan (2011) dan Singir (2014).

Arsip Cerpen di Indonesia