Berita dari Negeri Kematian

1/
kukirim surat cinta ini untuk menemanimu,
kekasih dalam perjalanan jauh ke tanah-tanah asing
tempat matahari surup saat langit masih gemilang
dimulai dari jurang-jurang yang dalam, tanah-tanah api
juga kerajaan-kerajaan es yang beku
tulang-tulang yang menjelma pegunungan
darah yang dij elm akan jadi segara dan air kali
pagar-pagar bara memisahkan dunia bawah yang terlarang
kedinginan dan kebosanan yang tiada henti
kembali seperti bayi dihadapkan pada jalanan rumpil
kesenangan dan kepuasan yang ditawarkan kehidupan
surat cinta ini untuk menemanimu, kekasih
dalam kunjungan singkat yang sudah dijadwalkan
rahim dan kubur adalah kegembiraan
yang membuatmu sanggup bertahan
2/
kukirim surat cinta ini untukmu, kekasih
saat kau memintal kain-kainmu dan berkata,
“adakah yang lebih baliagia selain tidur yang tak terganggu mimpi-mimpi?”
di atas altar karang paling curam
yang lana tinggal kekal dan indah
dalam percakapan-percapan mesra yang riuh
di sela-selanya harapan dilantunkan dalam geram yang pilu
agar tak kesasar jadi banaspati atau hantu beku
memilih jadi dewa pengembara di dataran-dataran terbuka
atau menjadi tanah menghisap mantra dan bunga-bunga
menggantung sunyi menenggelamkan kata-kata
dengan lenguh sepasang pengantin remaja
aku akan membantumu membangun rumah baru
untuk sesekali keluar berkabar pada musim yang datang dan pergi
3/
kukirim surat cinta ini untukmu, kekasih
dan kutunggu kau tuliskan wasiat terakhirmu,
“aku juga cucumu, lahir di sini. jangan usir aku!”
Ngawi, 018