Aku baru bangun dari pingsanku saat hari sudah siang. Kali itu Bendi Afkir ada di dekatku dan menangis. Dia bilang ingin mengakhiri hidup, tetapi tidak tega kepadaku. Dia bilang ingin hidup bersamaku selamanya demi membuatku sadar. Dia juga bilang di dunia ini harga bahan makanan meningkat, jadi cara berpikir harus ditingkatkan agar kami semua tidak mati dan ditaruh di neraka paling bawah. Aku tidak tahu maksudnya, tapi dia berbisik, “Tuhan juga menciptaku sebagai sarana menuju surga.”
Dan kami pun berpelukan layaknya saudara kandung. (*)
Gempol, 27 Juli 2016-5 Maret 2019
Ken Hanggara. Lahir di Sidoarjo, 21 Juni 1991. Menulis puisi, cerpen, novel, esai, dan skenario FTV. Karya-karyanya terbit di berbagai media. Buku terbarunya: Negeri yang Dilanda Huru-hara (Basabasi, 2018) dan Dosa di Hutan Terlarang (Basabasi, 2018).