Pintu terbuka lebih lebar. Tiga orang masuk, dua laki-laki mengapit seorang wanita yang terlihat lemas. Setelah melaksanakan perintah, dua lelaki tersebut keluar dan menutup pintu. Sang dokter memperhatikan perempuan yang duduk menunduk di hadapannya.
“Angkat muka Anda. Tatap saya,” perintahnya.
Wanita itu menurut. Kepalanya terangkat, tapi tidak memandang. Sinar matanya sayu dan tak fokus. Pria berbaju putih bangkit, menghampiri si wanita. Dijentikkannya jari berulang kali di depan paras yang pucat sampai pemiliknya benar-benar menatap sebelum bertanya.
“Siapa Anda sekarang? Elena atau Roy?”
Daisy Rahmi, kelahiran Manado, 30 April 1976. Karya-karyanya dimuat di sejumlah media massa. Kini tinggal di Jakarta.