Kepala Patung Elstupa

Tiba-tiba seseorang membalikkan kursiku. Kedua kakinya menindih kepalaku. Tali nilon yang mengikat kedua tangan dan kakiku seperti mengerat dengan cepat. Ada rasa pedih yang tiba-tiba tapi tetap kupaksakan tersenyum mengejek. Orang yang berada paling dekat langsung menendang daguku. Keras sekali. Inilah saatnya, pikirku. Kursi kayu tempatku terikat berderit. Aku merasakan sebuah kaki kursi lepas. Meskipun kedua tangan dan kakiku terikat berdarah, kurasakan tali nilon pengikat mengendur. Sebuah keyakinan meluncur begitu saja. Secepat kilat, dengan sisa kekuatan yang ada, dua kaki kursi yang sudah tergenggam sejak awal kuhunjamkan ke dada orang terdekat. Belum sempat mereka mengelak, kaki kursi yang berubah seperti pedang dan di ujungnya masih melekat dua buah paku kutusukkan ke leher orang yang menendang daguku tadi. Aku sendiri tak menyangka, dalam keadaan tertekan seperti ini, enam orang telah tumbang berdarah. Seorang yang baru saja tersadar secepat kilat mencabut pistolnya dan mengarahkan tepat di kepala.

Entah mengapa, ia tak menembak. Aku hanya bergeming. Beberapa detik kemudian, aku menarik secarik kertas dalam saku. Meskipun agak gelap, aku yakin matanya masih bisa membaca tulisan itu sebab senter di tangan kirinya masih menyala tapi tangan kanan yang memegang pistol tetap siaga.

Mataku kabur. Aku sudah tak mampu membaca tulisanku sendiri. Aku hanya hafal benar apa yang kutulis. Hingga kini, pistol itu tak meletus dan aku tetap tidak mengerti maksud dari pesan kakek, “Setiap lubang kunci memiliki kenyamanan bagi pemilik rumah dan serangga.” Aku masih menduga, itu adalah kata-kata mutiara pernikahan. ***

 

pabitara: juru bicara dalam adat pernikahan suku Tolaki.

kalo: benda yang terbuat dari rotan berbentuk lingkaran, kain putih, dan anyaman (dunia atas, tengah, dan bawah).

Osara: adat istiadat. Kalosara dipakai dalam upacara pernikahan, memohon maaf karena suatu kesalahan, dll.

 

Adhy Rical. Lahir di Kendari, 11 Oktober 1978. Bekerja sebagai penulis dan videographer lepas. Karyanya berupa buku kumpulan puisi tunggal Sebelum Semut Berkerumun, 2015. Saat ini aktif mengerjakan iklan layanan masyarakat dari instansi pemerintah dan swasta, film, video klip band, dan video kreatif lainnya.

Arsip Cerpen di Indonesia