Aku mendelik kepada Has tanpa sedikit pun berniat untuk menjelaskan. Tontonan wajah Ben yang cengengesan sambil membelai janggut putih terus bergerak-gerak, hilang dan muncul.
“Ben, sekarang bawa aku kembali!”
“Ok!”
Entah apa yang dilakukan Ben di luar sana. Sesaat aku menuju labirin yang berkelok-kelok. Serasa di perut cacing. Perjalanan semacam ini selalu membuatku pusing. Dan selanjutnya, TA-DA!!!
Aku sudah berada di ruangan putih dengan tempelan-tempelan kecil di tubuhku yang terhubung dengan komputer. Kepalaku sakit luar biasa.
“Bagaimana perjalananmu?”
“Seperti biasa. Membosankan.”
“Jawaban yang selalu sama,” seloroh lelaki yang mengenakan masker. Suntikan di lengan membuat rasa sakit di kepalaku perlahan berkurang. Sambil duduk aku bisa memperhatikan Ben yang sedang menyurahi Has di dunia buatan itu.
Pihak KPK bekerjasama dengan sejumlah fisikawan terkemuka LIPI. Mengembangkan perangkat uji bagi setiap orang yang pantas diberi wewenang untuk menjadi perpanjangan tangan rakyat yang jujur dan bisa dipercaya.
Krisis kepercayaan dua puluh tahun terakhir kepada pemerintah karena kasus korupsi dan kejahatan orang-orang atas yang berkonspirasi, membuat masyarakat apatis dan golput saat pemilu. Bahkan muncul wacana besar yang mencengangkan: Bubarkan negara ini!
Untuk mengatasi masalah itu, aku ditunjuk sebagai penguji yang ikut ke dunia buatan itu. Sebelumnya objek yang dipilih telah melewati beberapa tes. Dan giliranku untuk memberi penilaian langsung, dengan keuntungan waktu dan memperkuat dugaan sembari memahami kualitas si objek.
Kide, 20 Desember 2018
Ikhsan Hasbi, tinggal di Meureudu.