Kurma untuk Fira

“Donatnya enak sekali,” ujar seorang bapak yang sedang mencicipi donat yang dijual Fadlan.

Fadlan pun melihat bahwa bapak tersebut pergi menuju mobilnya dan menyuapkan sedikit kue donat yang sudah dibelahnya untuk dimakan anaknya yang sedang di dalam mobil.

Fadlan pun terkejut bahwa anak yang disuapi donat oleh bapak tersebut adalah Nala yang sering mengejak Fira.

Fadlan melihat ekspresi Nala yang jijik dengan donat tersebut, namun setelah disuapi setengah bagiannya oleh ayahnya wajah Nala seperti mengatakan bahwa apa yang dimakannya terasa enak. Kemudian bapak tersebut kembali ke arah Fadlan.

“Anak saya fobia terhadap lubang. Jadi dia takut dengan donat dan tidak pernah memakannya. Tapi tadi barusan pas diberikan potongan donat ini rasanya enak,” ujar bapak tersebut dan memborong semua donat yang dijual Fadlan. Fadlan pun mengatakan bahwa donat tersebut terbuat dari kentang dan membuat kenyang.

Akhirnya Fadlan pun mengetahui kekurangan dari diri Nala dan memberitahukannya kepada Fira untuk menjadi senjata Fira jika Nala kembali mengejeknya.

Namun pas di masjid, Fira tidak mau membalas ejekan Nala.

“Kamu ternyata takut donat ya, Nala?” tanya Fira kepada Nala yang terlihat sinis ketika dihampiri Fira.

Nala pun menjawab dengan ketus dan mengatakan bahwa dia mulai menyukai donat karena memakan donat yang sangat enak tadi siang.

“Donat yang dibeli ayahmu tadi siang itu adalah donat buatanku. Kamu pasti menyukainya, kan?” tanya Fira yang mulai tersenyum karena melihat Nala yang terkejut bersama dengan teman-teman yang lainnya.

Nala pun terdiam, Nala merasa malu karena donat yang dimakannya merupakan jualan dari orang yang selalu diejeknya.

“Ternyata donat kamu membuat fobiaku hilang. Terima kasih, ya,” ujar Nala kepada Fira.

Fira pun menyodorkan tangannya untuk bersalaman dan berdamai dengan Nala. Nala membalas salam tersebut dan menunduk malu karena merasa bersalah.

Setelah pawai obor, Fadlan pun memberikan kotak donat kepada Fira yang dijualnya tadi siang. Fira pun kaget dengan isi kotak yang ada di dalamnya yang berisikan sekotak kurma.

Arsip Cerpen di Indonesia