Kurma untuk Fira

Oleh Ade Setiawati (Padang Ekspres, 28 April 2019)

Kurma untuk Fira ilustrasi Orta - Padang Ekspresw.jpg
Kurma untuk Fira ilustrasi Orta/Padang Ekspres

Sepulang sekolah, Fadlan berlari-lari ke rumah Fira untuk mengantarkan kotak kue milik Fira yang dijual Fadlan di sekolah. Fadlan bersedia membantu Fira menjualkan donat ibunya Fira yang merupakan usaha untuk menyambung hidup keluarganya.

“FIRA, donat kentang menu baru dari ibumu habis,” ujar Fadlan dengan bahagianya yang masih saja berlari menuju teras rumah Fira yang tiang kayunya sudah mulai lapuk.

Mendengar suara Fadlan, Fira pun keluar dari pintu dapur belakang yang ternyata sedang membantu ibunya memasak.

Fadlan pun memberikan kotak kue tersebut beserta sejumlah uang yang dibungkus rapi di dalam kantong kresek kepada Fira. Seperti biasa, di dalam kotak kue tersebut tidak ada tersisa donat yang dijual, yang terlihat hanya sisa-sisa cokelat, selai, dan tiga buah permen susu tangkai berwarna-warni sesuai rasa permennya.

Sejak Fira tidak sekolah lagi, Fadlan sering menjualkan bahkan menitipkan donat yang dijual ibunya Fira ke kedai-kedai dan di kantin sekolah. Dan sejak itu pula Fadlan rajin memberikan bonus kepada Fira berupa permen susu tangkai yang merupakan permen kesukaannya.

“Aku yang seharusnya memberikan bonus kepadamu, Fadlan,” ujar Fira sambil mengambil tiga permen tangkai tersebut.

Fira pun mengajak Fadlan ke dapur dan menyuguhkan beberapa donat kentang ke Fadlan. Fadlan pun memakan satu buah donat dan setelah itu mengatakan kenyang kepada Fira.

“Jika kamu membantu seseorang dan orang tersebut memberikan sesuatu kepadamu, maka kurangi pemberiannya dan ambil sedikit saja untuk menghargai pemberian dari orang yang kamu bantu, karena itu berarti bahwa orang tersebut juga menghargai kamu.” Itulah yang Fadlan ingat dari nasihat ibunya. Dan Fadlan menghargai pemberian Fira.

Fadlan melihat suatu brosur di atas meja makan bahwa ada diskon kurma di suatu mini market.

“Aku ingin membeli kurma ini untuk ibu dan ayah. Semoga jualan donat ini dapat aku belikan kurma,” gumam Fadlan yang sedang membaca tulisan berbentuk ceker ayam yang ada di atas gambar sekotak kurma. Fadlan pun mengira pasti Fira yang menuliskan tulisan tersebut.

Arsip Cerpen di Indonesia