Penguburan dilakukan malam hari. Saat jasad Nima dibaringkan di liang lahat, terjatuh air mata bocah sepuluh tahun itu. Hardi menabur bunga-bunga di atas pusara sang ibu. Terus menerus mulut Hardi membaca doa sambil lalu mendongakkan wajah ke atas, pada langit petang yang temaram. Hardi melihat doa-doa itu bertarung di atas langit sebelum akhirnya sampai ke hadirat Tuhan.
Pulau Garam, Februari 2018
Zainul Muttaqin Lahir di Garincang, Sumenep Madura. Alumnus pondok pesantren Annuqayah, Guluk-guluk, ini merupakan salah satu penulis dalam antologi cerpen Perempuan dan Bunga-bunga (2014) dan Sepotong Senja, Sepenggal Sangka (2016)