Kadang, mimpi itu sampai terbawa ke dunia nyata. Semacam bias imaji mengaburkan realita. Mayat-mayat hidup senantiasa mengejarku dengan deadline, bejibun angka dan target.
“Manusia adalah serigala bagi manusia lainnya,” kata Dola, rekan kerjaku yang menggemari filsafat. “Mungkin kau stres. Pikniklah sesekali. Lalu kembali dengan sosokmu yang lebih buas dari makhlukmakhluk itu. Agresivitas. Perusahaan bakal senang,” lanjutnya menyeringai. Lebih mirip motivator kongsi ketimbang seorang Ëlsuf.
Dola adalah atasanku langsung sekaligus kompetitor paling licin yang dapat melakukan apa saja agar tujuannya tercapai. Lihai mendongeng apa pun agar membuatnya dipercaya. Bahkan hanya dengan berdiam diri tanpa sikap, dalam situasi yang tepat, ia bisa tiba-tiba mendapatkan posisi bagus di luar dugaan. Sekilas, ia mungkin terlihat sedang membelamu. Tetapi di belakang itu, kakinya seribu. Lidahnya, bagai mendesis mengisyaratkan tipu daya. Teman-teman seangkatanku sudah banyak menjadi korbannya.
Bila aku cuti, kau semakin luang untuk bergerilya, ular kadut!
Tentu saja ia merasa terancam. Akulah calon terkuat untuk menggeser posisinya. Pernah suatu kali, aku dimintai ide untuk pengembangan pasar agar growth penjualan bisa meningkat. Nyatanya, setelah kupaparkan beberapa strategi, ide itu dibawa Dola pada sebuah rapat tinggi para pimpinan perusahaan. Gayung bersambut. Dola mendapatkan nama tanpa sedikitpun menyebut peranku di dalamnya. Sejak itulah aku selalu waspada. Bahkan kucari celah, agar bisa membalasnya dengan telak.
Namun, bila terus-terusan begini, kinerjaku akan berantakan. Aku mulai membaca banyak artikel. Mencari tahu sebab, mengapa mimpi laknat itu selalu datang dalam tidurku. Aku pikir, tak ada salahnya mengunjungi teman-teman lama yang sempat terlupakan. Mereka pasti punya solusi jitu.
“Mungkin kau harus rutin berolah raga. Kerap bermimpi buruk pertanda kondisi badan kurang baik,” tutur kawan, seorang pelatih kebugaran.
“Berhati-hatilah mengambil keputusan dalam bisnis dan asmara, Kawan,” kata sahabat lama yang pernah berkarier jadi peramal.
“Coba konsumsi pisang dan almond. Berendamlah di air hangat sebelum tidur supaya tubuh dan pikiran rileks,” saran seorang teman. Pedagang obat herbal.