Antara sadar tak sadar, aku kembali terperangkap ke dunia gelap seolah tiada warna serupa kepekatan yang mencekam. Suara dari jauh terdengar lamat-lamat bersahutan. Menembus kegelapan yang semakin lama semakin terdengar lebih dekat di telinga. Riuh bagai dunia maya. Suara-suara itu terus beriak semakin kencang, semakin membising dengan isi pembicaraan yang tak asing. Suara-suara yang begitu mirip dengan suaraku. Seberkas cahaya kemudian memancar di belakang bayangan satu sosok. Menyilaukan. Tak terlihat makhluk-makhluk jelek, mayat hidup, yang bersiap mengejarku selain, ya Tuhan, wajahku sendiri yang ada di sana!
Tiba-tiba aku siuman, terbangun dari mimpi, teringat perkataan akhir Pak Tua: bergunjing itu ibarat memakan bangkai saudaramu sendiri.
Bandung, Maret 2019
D. Hardi. Lahir di Bandung, 26 Agustus. Penulis cerpen dan puisi. Tulisannya tersebar di sejumlah media dan menetap di Bandung.