Butuh waktu tiga tahun bagi Fadil untuk melupakan gadis salihah bermata bening itu. Sampai akhirnya, teman kuliahnya, Adian, menghubunginya dan mengatakan bahwa salah seorang teman kuliah mereka, Nadira, sampai sekarang masih jomblo.
“Dil, kamu masih ingat Nadira, kan? Itu lho, gadis tinggi semampai yang kalau kuliah sering duduk di bangku sebelahmu?”
“Ingat dong.”
“Dia masih sendiri, lho. Sekarang dia berjilbab. Tambah cantik dibanding dulu waktu rambutnya masih kelihatan.”
“Rumahnya di Ciputat. Bagaimana kalau kita ketemu di McDonald’s dekat UIN Ciputat? Jangan khawatir, aku yang membayari. He he he.”
Sabtu sore, Fadil, Adian dan Nadira bertemu di restoran Amerika tersebut. Selesai makan kentang dan burger, Adian langsung ke pokok persoalan.
“Nadira, Kamu kan masih jomblo. Nah, ini si Fadil juga masih jomlo. Jangan terlalu lama menjomlo. Gak baik. Mending seperti aku nih. Umur 24 nikah. Sekarang udah punya buntut dua orang,” kata Adian.
Fadil tersenyum kecil. Nadira tersenyum samar.
“Jadi, Fadil dan Nadira. Kupikir-pikir, mengapa kalian tidak menikah saja? Kalian kan sudah saling kenal sejak zaman kuliah. Sudah tahu kartu masing-masing. Ha ha ha.”
“Adian, terima kasih telah memfasilitasi pertemuan ini. Nanti saya kabari jawaban saya,” kata Nadira dengan suara perlahan, tapi tegas.
“Oke, siap. Kami tunggu ya,” kata Adian.
Besok sore, Adian menemui Fadil.
“Dil, maafkan aku. Ternyata Nadira menolak.”
Fadil menarik napas panjang. “Mungkin memang bukan jodohku,” ujarnya perlahan.
“Aku penasaran, makanya aku tanya Nadira, apa alasannya menolak Fadil. Jawabannya gak esensial banget.”
“Apa katanya?”
“Karena katanya engkau kurang tinggi. Dia tingginya 170 cm. Dia mencari laki-laki yang tingginya minimal sama atau bahkan lebih dari dia. Aku agak tersinggung juga nih. Mosok gadis berjilbab mencari jodoh pakai pertimbangan tinggi badan?”
“Lho, apa salahnya? Apakah wanita berjilbab tidak boleh punya selera? Sudahlah, Dian. Kita doakan, semoga Nadira segera bertemu laki-laki yang dia harapkan.”
“Maafkan aku ya, Dil. Misiku gak berhasil.”