Hati Sang Pemilik Kucing

No problem. Terima kasih atas perhatianmu yang luar biasa sebagai seorang kawan.”

“Sesama kawan, kita harus saling membantu, Dil.”

Setahun berlalu. Fadil berusaha memperbaiki diri. “Aku harus memantaskan diri untuk mendapatkan jodoh seorang wanita yang salehah. Ia ikut komunitas One Day One Juz (ODOJ). Setiap hari, ia membaca Alquran satu juz, sehingga dalam sebulan ia bisa mengkhatamkan Alquran.

Ia pun ikut komunitas One Day One Ayat yang digagas Ustaz Yusuf Mansur. Kini, ia sudah hapal juz 30 dan 29.

Awal Ramadhan ini, Fadil memindahkan klinik kesehatan hewan miliknya dari Pondok Cabe ke Depok. Hal itu karena tempatnya yang lama terkena proyek tol.

Tapi, Fadil senang karena tempatnya yang baru lokasinya dekat masjid dan pesantren. Jadi, ia mudah menjaga shalat berjamaah. Apalagi, di masjid tersebut banyak kegiatan kajian Islam.

Suatu pagi menjelang siang, datang seorang wanita muda berjilbab dan bercadar membawa seekor kucing anggora cantik berwarna abu-abu.

“Assalamualaikum, Mbak. Ada yang bisa saya bantu?”

“Kucing saya sakit, Dokter.” Masya Allah, suara itu begitu lembut, kata Fadil dalam hati.

Fadil memeriksa kucing tersebut. Kemudian, memberikan obat yang diperlukan.

“Mudah-mudahan dalam dua sampai tiga hari kucing Mbak sudah sembuh.”

“Berapa saya harus membayar biaya periksa dan obat?”

“Hari ini ulang tahun saya. Saya sudah berniat menggratiskan biaya periksa dan obat untuk siapa pun yang datang membawa hewan kesayangannya ke klinik saya.”

“Subhanallah. Hati Dokter mulia sekali. Semoga Allah membalas segala kebaikan Dokter.”

“Aamiin. Mohon maaf, Mbak, kalau boleh saya minta satu hal. Doakan saya supaya cepat dapat jodoh wanita yang salehah. Kalau bisa yang hafizah Quran,” entah dari mana Fadil tiba-tiba punya ide seperti itu.

“Aamiin. Saya doakan semoga harapan Dokter dikabulkan oleh Allah.”

“Terima kasih, Mbak.”

“Sama-sama, Dokter.”

Terdengar azan Zhuhur.

“Alhamdulillah. Maaf ya, Mbak. Saya mau langsung ke masjid.”

Arsip Cerpen di Indonesia