Kepala Eva sangat pusing dalam kondisi ini. Lambungnya bergejolak. Aroma darah yang begitu pekat, kental, dan banyak. Penciumannya mengatakan sumber aroma darah itu berasal dari mobil milik Emily. Sejenak ia merasa aneh, tak biasanya Emily memarkir mobilnya di taman. Dan ia baru menyadarinya sekarang. Ia hafal kapan Emily selesai bekerja. Ia dokter yang baik dan tepat waktu.
Penciuman Eva mengatakan ia harus menjauhi aroma darah itu. Wajahnya telah memucat. Berulang kali ia pingsan ketika tak tahan dengan aroma darah. Tapi entah kenapa, ia malah mengikuti kepergian Emily. Dengan sepeda motor milik Hailey yang ia pinjam selama beberapa hari ini, ia mengikuti Emily yang menuju ke arah utara, menuju Jalan Rue Laurendeau. Terus lurus melewati Billboard Avanue, pemakaman umum, dan taman kanak-kanak. Di perbatasan Jalan Rue Laurendeau dengan Jalan 1e Avanue, Emily belok kanan menuju Jalan Rue Beatty.
Eva menduga tempat yang Emily tuju adalah taman Parc Verdun. Emily terus lurus hingga memasuki taman itu. Ini sisi paling utara taman itu, bagian taman yang sepi walaupun lampu penerangan bertebaran. Eva memarkir sepeda motornya di seberang jalan, di depan toko buku. Dari sana, ia berjalan mengendap-endap membuntuti Emily. Tampak Emily menggotong sesuatu yang terbungkus kain hitam. Dan apa yang terjadi selanjutnya tertangkap jelas. Aroma darah yang semakin menyengat, keringat dingin bercucuran, dan mayat telanjang dilempar ke dalam sungai oleh Emily.
***
Sejak malam itu, Eva tak lagi menjumpai Emily di tengah malam, pada jam biasa ia selesai bekerja. Tayangan di televisi yang hampir sama menjelaskan segalanya. Emily yang menangis meraung-raung di depan peti jenazah tunangannya dan sumpah serapah dilayangkannya kepada pelaku bejat yang menghabisi nyawa kekasihnya. Dokter bedah itu sedang berduka. Koran-koran dan televisi menulis kisah asmara mereka yang kandas. Warga Westmount turut kasihan pada Emily. Tapi tidak dengan Eva.
Kekacauan ini harus dihentikan. Eva merasa pihak kepolisian sulit menemukan jejak Emily, mengingat ia adalah dokter bedah yang sangat teliti dalam bekerja, termasuk dalam membunuh. Ada banyak hal yang Eva pikirkan, yang bermuara pada satu pertanyaan, kenapa Emily membunuh tunangannya sendiri dengan cara yang tak lazim?
Malam ini, setelah ia menutup gerai poutine bersama Hailey, ia memutuskan menemui Emily di apartemennya di Arlington Avanue. Ia ingin membujuk Emily untuk menyerahkan diri dan sebelum ia melakukannya, ia ingin mengetahui motif pembunuhan itu. Ia memasuki apartemen mewah di Westmount. Setelah ia bertanya nomor berapa kamar Emily, sekarang ia berdiri di depan kamar 225. Sebelum tangannya memencet bel, pintu lebih dulu terbuka.