Aroma Darah di Antara Bunga Eastern Redbud

“Selamat datang. Kau akhirnya ke sini juga,” sambut Emily.

Wajah Eva menegang. Tubuh Emily yang dibalut piama tidur berwarna putih, rambut tak tertata, dan wajah pucat tak terurus. Anehnya, Eva sekilas melihat binar kebahagiaan di wajahnya. Berbeda jauh ketika ia menangis tersedu-sedu di depan peti jenazah Adam. Ia merinding, menyadari Emily menebak kehadirannya malam ini.

“Kau tahu saya akan datang ke mari?” tanya Eva dengan suara parau.

“Tentu saja. Warga Westmount silih berganti datang ke sini untuk mengucapkan belasungkawa. Kau pun begitu?”

Bahu Eva merosot. Ketegangan sedikit berkurang. Kekhawatirannya sirna. Beberapa saat yang lalu, ia mengira Emily tahu dirinya berada di taman yang sama ketika ia membuang mayat Adam. Emily mengajak masuk ke apartemennya. Ketegangan yang menurun, kini kembali berpacu. Apartemen Emily didominasi warna putih. Bersih, khas apartemen yang ditinggali dokter. Tapi di tengah ruangan, pada meja makan, terdapat sebotol anggur mahal dari perkebunan Oxley Estate Winery dan dua gelas. Bagaimana bisa orang yang sedang berduka di meja makannya terdapat anggur?

Aroma manis bunga eastern redbud menenangkan pikirannya yang bergejolak. Di bagian kanan apartemen, ada perpustakaan kecil dan meja kursi. Di atas meja itu terdapat vas bunga yang berisi bunga eastern redbud. Ia berjalan menuju meja itu dan menyentuh lembut bunga eastern redbud.

Eva tersenyum kecil. Dan ia mencium aroma darah di antara bunga eastern redbud. Aroma darah yang sama pada malam itu. Sebelum ia bereaksi lebih lanjut, lehernya terasa dingin. Detik berikutnya, kulit lehernya terkoyak, disusul urat nadinya putus. 

 

Kebumen, 19 Mei 2019

Umi Salamah lahir di Kebumen, Jawa Tengah, 21 April 1996. Menulis novel, cerpen, puisi, dan artikel. Karyanya termuat dalam berbagai antologi cerpen dan puisi di berbagai media cetak. Buku terbarunya berjudul Because You Are My Star (novel remaja kontemporer, Alra Media, 2017). Ia berguru pada sastrawan Ahmad Tohari.

Arsip Cerpen di Indonesia