Adam Si Detektif Cilik

Oleh Umi Salamah (Padang Ekspres, 23 Juni 2019)

Adam Si Detektif Cilik ilustrasi Orta - Padang Ekspresw.jpg
Adam Si Detektif Cilik ilustrasi Orta/Padang Ekspres 

Bel tanda pulang sekolah sudah berbunyi lima menit yang lalu. Tapi di kelas Adam, semuanya masih berada di kelas. Padahal guru juga sudah meninggalkan kelas. Mereka mengerubungi Adam.

“ADAM, kamu sudah menemukan buku tugasku? Siapa yang mencurinya?” tanya Eva tidak sabar.

“Sudah. Ini buku tugasmu,” jawab Adam sambil menyerahkan buku tugas milik Eva.

“Jadi siapa yang mencurinya? Pasti Umar kan? Dia kan sebelumnya sengaja mengambil pulpenku,” tuduh Anwar.

“Bukan aku. Aku sudah berjanji tidak akan meminjam barang tanpa izin pemiliknya,” bela Umar.

“Tenang, teman-teman. Pencurinya bukan Umar,” ujar Adam.

“Lalu siapa? Apa di antara kami?” tuntut Eva.

Adam melipat tangannya di dada. Dia mendongak ke atas. Seperti tengah berpikir. Teman-temannya menunggu tidak sabar.

“Pelakunya Bu Gita,” ungkap Adam.

“Hah?! Bu Gita? Kenapa Bu Gita mencuri buku tugasku?” tanya Elisa tidak percaya.

Adam tertawa. “Buku tugasmu memang ada di Bu Gita. Minggu kemarin setelah Bu Gita mengembalikan buku tugas kita, kamu meninggalkannya di kelas. Bu Gita yang menemukannya. Kemudian disimpan di meja kerja Bu Gita. Aku tidak sengaja melihat buku tugasmu ketika mengumpulkan tugas mengarang ke meja kerja Pak Wibowo. Ternyata Bu Gita lupa menyerahkan buku tugasmu.”

“Yah!” seru teman-teman Adam kecewa. Mereka menganggap buku tugas Eva dicuri.

“Terima kasih, Adam. Kamu sudah menemukan buku tugasku,” ucap Eva tulus.

“Sama-sama. Ucapkan terima kasih juga pada Bu Gita. Dia yang menemukan dan menyimpan buku tugasmu.”

“Iya, Adam. Besok aku akan mengucapkan terima kasih pada Bu Gita.”

Arsip Cerpen di Indonesia