Lebaran di Hati Ibu

WA Ibu masuk lagi, “Sudahlah anakku. Ibu memang sedih kau tidak pulang Lebaran ini. Sekali lagi Ibu ikhlas. Bekerjalah dengan baik untuk orang banyak. Sekolahkan pula cucu-cucuku tinggi-tinggi. Soal usia Nande-mu yang sudah renta ini, biarlah dapat kuurus sendiri. Lagi pula masih banyak abang-abangmu yang bisa mengurusi Nande-mu. Selamat berlebaran anakku. Sehat-sehat kita semua, ya! Biarlah Lebaran-mu di hatiku saja.”

Mardan tak lagi mampu menghapus air matanya. Dikecupnya berulang-ulang WA ibu di ponselnya. Perempuan tangguh itu telah menghapus rasa gelisahnya. Tak lama, Mardian bergegas menyiapkan perlengkapan yang akan dibawanya kerja. Dia berjanji akan menelepon Ibunya setiap hari sampai Lebaran nanti.

 

Beranda Kosambi Binjai, senja hari.

Arsip Cerpen di Indonesia