“Zyra, terima kasih atas perhatianmu sayang, kau tak perlu khawatir dengan keputusan bunda, kau belum sepenuhnya membuka hatimu untuknya, jadi kau tak bisa menilai sisi kebaikannya, bagi bunda ia adalah lelaki yang baik, lelaki yang kelak akan menjadi payung peneduh untuk kita berdua.”
“Lelaki yang akan menjadi pemimpin keluarga yang bijaksana di rumah ini, yakin dan percayalah Zyra, om Wira adalah yang terbaik untuk kelangsungan hidup dan masa depan kita berdua.” Sebuah pelukan hangat kuterima dari bunda, tanpa kusadari bulir airmataku merintik tanpa bisa kutahan, airmata yang berderai dengan lincah.
Ry, besar harapanku semoga bunda berbahagia dengan keputusannya, aku begitu sayang kepadanya jadi aku terlalu mengkhawatirkannya, aku harus bisa berbaik sangka dalam hal apapun tentang om Wira, walaupun sebenarnya hatiku masih berat untuk menerima keberadaannya, biarlah sang waktu yang akan menjawabnya Ry, menjawabnya secara pasti.
18 Juli 2017, kisruh hati yang tak mampu terungkap
Ry, bunda sangatlah berbahagia karena hanya tinggal menghitung hari pelaksanaan acara pernikahannya akan digelar dengan istimewa, aku ingin berbahagia di atas kebahagiaan bunda, namun aku tak bisa Ry, aku samasekali belum siap bila om Wira nantinya akan menjadi figur ayah buatku, aku samasekali tak siap bila harus memanggilnya dengan panggilan “ayah”.
Kutegaskan sekali lagi Ry, aku tak akan pernah bisa menerimanya dengan kesempurnaan hatiku, aku heran Ry, mengapa di mata bunda om Wira terlihat sebagai lelaki yang sempurna kebaikannya? Lelaki yang penuh tanggung jawab dan peduli terhadap keluarganya.
Padahal kerapkali bunda dilabrak oleh beberapa orang perempuan yang tak lain adalah istri sah dari om Wira, bunda dimaki dengan kata-kata yang keji, dihujat sebagai perempuan murahan yang merebut suami orang, dituding sebagai pelakor yang tak bermoral, lantas apa yang membuat bunda tetap jatuh hati pada lelaki berengsek itu?
Bunda telah kemakan rayuan gombal lelaki keparat itu, ia selalu mengatakan akan merubah sikapnya, akan serius menjalin ikatan dengan bunda, akan membuang penyakit gilanya yang doyan main perempuan, hidup bersama bunda adalah awal lembaran baru bagi kehidupannya yang selama ini kelam dan gulita, ia akan berbenah diri menjadi lelaki sejati dengan kepribadian yang baik, ia selalu meyakinkan hati bunda bahwa ia telah berubah.