Perihal perkara perempuan-perempuan sinting yang melabrak ke rumah, om Wira menegaskan bahwa mereka adalah perempuan bayaran dari mantan-mantan istrinya yang terdahulu, mereka samasekali tak rela kalau lelaki yang masih mereka cintai akan segera menikah dengan pilihan hatinya.
Menurut om Wira begitulah cinta sejati tak pernah luput dari terjalan ujian, teramat pintarnya ia bersilat lidah Ry, ia telah berhasil memainkan trik tipudayanya, Ry sampai kapan pun aku tak akan pernah tertipu olehnya, aku tak akan pernah terbuai oleh kata-kata lelaki bangsat itu.
26 Agustus – 29 September 2017, kebahagiaan yang beraroma kerancuan….
Ry inilah hari teristimewa buat bunda, tapi buatku adalah musibah. Hari dimana bunda telah resmi bersanding dan menikah dengan om Wira, dari kejauhan kupandangi bunda, aura wajahnya bertabur bunga kebahagiaan, bunda sangatlah ceria, senyumannya sumringah, hal tersebut mengekspresikan hati dan perasaannya yang sedang dirundung suka cita.
Ry entah mengapa, seharusnya aku ikut berbahagia ketika bunda berbahagia hari ini, aku khawatir Ry, sesuatu hal yang tak baik akan terjadi pada bunda, aku berusaha untuk tak gelisah dan tak mengkhawatirkan bunda, lagi-lagi hatiku selalu berprasangka buruk kepada lelaki pujaan hatinya, sebegitu besarkah cinta bunda untuk om Wira? Hingga butalah mata hatinya dan ia tak mampu melihat segala keburukan lelaki yang dicintainya.
Apakah benar cinta itu buta? Menyamarkan sesuatu hal yang buruk menjadi hal yang baik, sesuatu hal yang hina menjadi hal yang indah, kasihan bunda Ry telah terpedaya dan terbujuk rayuan manis lelaki bajingan itu.
Kalau ada bunda, om Wira berpura-pura baik dan perhatian kepadaku, aku tahu Ry perlakuannya itu tidak tulus kepadaku, aku tak sudi disanjung-sanjung olehnya di depan para tamu undangan, di depanku ia berlagak jadi sosok ayah yang teladan, sebenarnya ia musang berbulu domba, dibalik sikapnya yang sok baik itu tersimpan beribu kejahatan.
Aku tak sudi bila om Wira memanggilku dengan panggilan sayang seperti apa yang diucapkan oleh bunda, Ry aku takut sekali bila keberadaan om Wira di sisi bunda akan membuatku jauh dan tersisih darinya, Ry aku takut kehilangan bunda, semoga segalanya akan baik-baik saja.
3 Oktober 2017, kenelangsaan hati yang tak beranjak pergi
Suasana rumah berubah seratus persen, di manapun aku berada Ry, aku selalu bertemu dengan tampang orang yang paling memuakkan sedunia, ketika sarapan pagi aku harus semeja dengannya. Ketika nonton TV aku harus duduk bersebelahan dengannya.