Mungkinkah Kebahagiaan Ketiga Itu Akan Hadir

Tek Banun melihat jam dinding. Hari sudah pukul satu. Berarti, orang sudah sekitar sepuluh menit selesai melaksanakan shalat Jumat.

Gubuknya telah sesak dengan orang-orang.

Yang duduk di dalamnya, bukan saja mempelai pria beserta keluarganya, juga para tetangga sedusun Tek Banun.

Para tetangganya itu, datang untuk menyaksikan pernikahan yang meme cahkan rekor uang hilang sebelumnya yang hanya lima puluh juta rupiah.

Pernikahan sekarang, uang hilang-nya seratus juta rupiah. Sedang pihak mempelai pria, di waktu nikah nanti,  hanya menyediakan mahar berupa seperangkat alat shalat dan sebuah Al-Quran.

Tek Banun melihat jam dinding. Waktu menyatakan bahwa shalat Jumat sudah selesai sekitar setengah jam,tetapi si Ujang belum juga tampak batang hidungnya.

Tamu dan undangan memandang Tek Banun yang duduk di samping ibu mempelai pria. Wajahnya yang semula gembira, mulai memucat.

“Buk, kontak si Ujang. Di mana dia sekarang?” kata Pak KUA.

Tek Banun melirik si Upik. Si Upik yang sedang duduk dibelakang calon suaminya, mengeluarkan HP Androidnya. Setelah hidup, ia vidio call kakak semata wayangnya itu. Tak menyambung. HP-nya ma ti.

“Pak KUA, kita tunggu setengah jam lagi, mungkin si Ujang masih dalam perjalanan,” kata Tek Banun.

“Baik,” kata Pak KUA.

Tamu dan undangan duduk dengan tenang. Si Upik, anaknya tampak gem bira, mungkin karena impiannya, sebentar lagi akan menjadi kenyataan.

Tek Banun kembali melihat jam dinding. Waktu yang ia janjikantinggal tiga menit lagi. Ia gelisah. Napasnya turun-naik. Matanyatak lepas-lepasnya memandang pintu gubuknya.

“Assalammualaikum,” kata seseorang tiba-tiba.

Tek Banun tersentak. Ia segera berdiri dan melangkah menuju pintu gubuknya.

Tampak seorang pemuda sebaya si Ujang, berdiri di depan pintu.

“Walaikummussalam,” kata Tek Banun.

“Benar ini rumah si Ujang?”

“Ya. Saya ibunya. Ada apa?”

“Saya teman sekelas si Ujang waktu di Tsanawiyah. Harap Etek segera naik motor Ojek saya. Kalau tidak, nanti terlambat. Si Ujang kini sedang di Puskesmas Lubuk Alung.”

Arsip Cerpen di Indonesia