Ketika Koral Bertemu Emerald

Kenapa kami harus dalam kardus rapi?

Kenapa kami dimasukkan dalam sebuah mobil bersama barang lain?

Bukankah kami adalah barang kesayangan gadis muda?

Apa yang terjadi, Emerald?

Aku bertanya pada Emerald yang hari ini bersamaku, entah ke mana kami akan dibawa. Ke mana gadis mudaku?

***

Pertama kali ketika kotakku dibuka, sebuah tangan mungil meraihku. Matanya jernih, senyumnya sumringah tanda bahagia terpancar. Ini bukan sandiwara, ia amat bahagia. Si gadis mungil meraihku, memantaskan dirinya. Masih longgar tetapi dia tak mau menyerahkanku pada yang lain. Ia memakaiku dengan bangga. Mana Emerald? harusnya ia bersamaku sekarang?

Kulihat sekeliling, ini bukan rumahku yang dulu. Tak ada cermin besar, tak ada ranjang putih, dan tak ada gadis mudaku. Hanya sebuah ruangan besar dengan banyak tempat tidur berjejer. Beberapa orang gadis mungil lainnya berebutan kotak yang mirip tempatku tadi berasal. Eh, itu Emerald! Dia sudah dikenakan oleh seorang gadis mungil lain berambut sebahu. Kedodoran! Dan gadis mungil lainnya masih sibuk dengan baju kesukaan mereka masing-masing di kotak yang lain. Emerald datang padaku, ia memelukku. Beruntungnya kami karena si rambut sebahu dan gadis mungilku adalah sahabat. Kami memang terpisah, bukan pada tubuh yang sama, tetapi kami di tempat yang sama.

Waktu berlalu, kami berdua lebih sering digunakan oleh si gadis mungil. Baginya kami ini adalah hampir menjadi bagian dari hari-hari mereka. Bukan berarti kami tak bahagia ketika bersama si mungil. Gadis mudaku menjadikan kami spesial karena memakai kami di waktu tertentu, tetapi bersama si mungil kami menjadi merasa istimewa. Kalian pasti aneh, jangan aneh … karena bagiku menjadi istimewa bukan harus dengan dispesialkan. Istimewa itu ketika kamu selalu ada bersama orang yang membutuhkanmu.

Sore ini, si mungil dan si rambut sebahu, duduk bersama. Di ayunan itu mereka berceloteh riang, mengabaikan beberapa teman mereka yang asyik bermain di halaman yang sama. Gedung ini ramai, banyak anak-anak kecil. Perempuan dan laki-laki, hanya beberapa saja wanita dewasa yang mengurus mereka. Tempat apa ini? Ini sungguh jauh berbeda dengan rumahku dulu.

Arsip Cerpen di Indonesia