«Rok ini cantik, kan? Pasti kakak yang punya ini juga cantik?» Kata gadis mungilku pada si rambut sebahu. Ia merapikanku karena tertiup angin. Aku dan Emerald tersenyum, ya, gadis muda kami memang cantik.
«Iyalah… sepertinya baju ini juga punya kakak cantik itu. Wanginya sama waktu kita mencobanya,» ucap si rambut sebahu.
«Kamu tahu, kata ibu asuh, ini baju kesayangan si kakak. Dia jarang memakainya. Baju ini juga diantar oleh ibunya, katanya sih si kakak ingin baju kesayangannya ini bisa menjadi baju kesayangan orang lain. Lebih berguna, dan mungkin si kakak akan bahagia ada yang merawat bajunya. Makanya aku akan selalu merawat rok ini,» si mungil mencoba menjelaskan.
«Kalau memang kesayangan, kok enggak dirawat sendiri?» si rambut sebahu heran.
«Itu karena si kakak sudah enggak bisa pakai baju ini lagi»
«Kenapa?»
«Ibunya bilang, si kakak sudah disediain baju bagus di surga, enggak bisa bawa baju dari bumi. Makanya, si kakak berpesan supaya bajunya dibawa ke sini saja, ke surganya bumi. Ibu pengasuh bilang begitu padaku!»
«Kamu ngerti ‘kan sekarang?»
«Hmm….»
Aku dan Emerald terdiam. Selama ini kami tak tahu kenapa kami sampai di tempat ini. Kami selalu mencari gadis muda kami, ternyata dia sangat menyayangi kami. Emerald, biarlah kita tetap di sini. Kita pun sudah bahagia di «surga bumi» sesuai keinginanmu selama ini, mungkin gadis muda kita pun sudah mengenakan Koral dan Emerald di «surga» lainnya. ***
Nien Saschi, menggeluti dunia desain dan layout buku/majalah. Aktif mendesain iklan dan publishing di beberapa media cetak, buku, dan majalah. Senang bermain blog di http://neenamynaura.blogspot.co.id. Ia tinggal dan bekerja sebagai tenaga desain di Kota Kendari.