Resep Ajaib Dea

Ibu melangkah mendekatiku. Aku terlanjur mengucapkan kata-kata yang tidak kupikirkan dengan baik. Kata-kataku berisi pemberitahuan yang tersembunyi. Ibu pasti lebih cerdas dari Dea.

“Ayo cepat makan!” kata Ibu. “Sebentar kamu harus mencuci piring-piring itu karena kakakmu tidak bisa melakukannya!”

Ah, kupikir ibu tahu dan hendak memarahiku. Ternyata hanya menyuruhku mencuci piring. Tapi…

“Setelah mencuci piring kamu harus membantu ibu membelah kayu bakar dan memasak!”

Aku menganga. Tidak kusangka pekerjaan-pekerjaan yang selalu dikerjakan kakakku itu harus kukerjakan sendiri. Bayangan temantemanku yang mengajakku bermain sore ini terbayang panjang. Mungkin ibu tahu kelakuanku sehingga menghukumku dengan cara ini. Ibu selalu menghukumku secara halus tanpa menyebut kesalahanku.

Aku memandangi punggung ibu yang sibuk. Sepertinya ibu selalu sibuk. Aku tahu dia sebenarnya tahu kelakuanku. Tanpa terasa mataku basah. (*)

 

Osella adalah nama pena dari Nurbing. Penulis yang tinggal di Selayar. Pada 17 Juli 2019, Osella baru saja berpulang menghadap Yang Maha Kuasa. Sementara, cerpen Resep Ajaib Dea merupakan cerpen anak yang dikirim ke redaksi Fajar pada Senin, 22 Mei 2017. Cerpen ini bersamaan Osella kirim dengan cerpen Oapako yang terbit 28 Mei 2017. Semoga karyanya abadi.(*)

Arsip Cerpen di Indonesia