Ia tertidur dengan cepat dan bermimpi. Dalam mimpi itu, ia adalah sebatang mawar. Mawar di dalam pot di sudut halaman rumahnya. Mawar yang punya duriduri di sekujur batang. Ia tidak tahu bagaimana bisa menjadi mawar itu. Namun, nyatanya, menjadi sebatang mawar bukan masalah baginya. Ia malah senang sekali. Seakan-akan ia tengah mendapatkan dirinya lagi. Tumbuh. Hijau. Segar. Berbunga. Lalu angin bertiup lembut. Sangat lembut. Batang mawarnya bergoyanggoyang. Begitulah ia sepanjang malam. Menghabiskan waktu bersama angin dan mengabaikan segalanya.
Ketika terbangun di pagi harinya, ia masih mengingat dengan jelas mimpinya. Bahkan ia merasa sebagian dirinya masih berada di dalam mimpi itu. Buru-buru ia bangkit dan keluar menuju halaman. Ia ingin sekali melihat mawarnya. Menyapa. Mengajaknya berbicara tentang angin yang lembut. Namun, ia bergeming begitu menemukan sebatang mawar yang sepertinya sudah lama sekali mati. []
Rumah Kinoli, 2019
Yetti A. KA, lahir dan besar di Bengkulu. Novel terbarunya, Basirah (terbit 2018). Selain menulis, ia bekerja dan menjadi relawan di lembaga nonprofit Yayasan Jortah Indonesia, sebuah lembaga yang fokus melakukan penggalangan dana publik untuk membantu biaya pendidikan anak-anak dari keluarga tidak mampu. Saat ini, ia menetap di Kota Padang, Sumatera Barat.