
Begitulah keluhan yang kusemaikan dalam ruangan yang nyaman, tetapi masih terasa bara api mengitari. Aku tumbang, membersamai Siput yang tak kunjung pulih.
“Kura-Kura yang tak berkepentingan ini tapi dianggap penting oleh orang lain. Aku yang tak bisa diandalkan ini, terkadang di anggap serba bisa. I Quit! Tak ada kata yang mesti mewakil dari segala jenis kata yang tertata. Aku si Kura-Kura yang amburadur.”
“Dilaporkan, sudah ditemukan Kura-Kura tewas mengenaskan di makan binatang buas. di lokasi kejadian, ada berbagai buku dari daun-daun yang bersimbah darah. Tak ditemukan tersangka dalam kasus ini. Kasus di tutup dan kembali disidangkan dalam rapat khusus kerajaan. Kambing berambut hitam melaporkan langsung dari kerajaan,”. Sejenis kalimat yang sama juga berkeliaran, baik di media maupun dari mulut ke mulut. (*)