Kini, kematian di depanku begitu dekat. Seketika, rupa ibu menyembul dari lubang revolver. Matanya berkaca-kaca. Ada kalimat yang keluar dari lorong mulutnya. “Rohkim, sejak kecil, kau ingin jadi pahlawan. Kau sadar bahwa pahlawan tak butuh apa pun. Cukup jadi bengis di mata penjahat dan menjadi baik untuk masyarakat.” Begitu kata-kata darinya yang sempat kudengar. ***
Madiun—Oktober 2018
Hendy Pratama, lahir dan bermukim di Madiun. Aktif berkegiatan di komunitas ‘Langit Malam’ dan ‘Forum Penulis Muda IAIN Ponorogo.