Mendengar itu, aku tersenyum sembari membatin, “Sungguh seperti rencana Paman!” Dan setelah itu, aku menemukan sebuah ide cerita untuk novel terbaruku, tentang rencana seorang penulis menjadi kaya dengan berbohong. Setelah keluar dari perusahaan dan menjalani hidupku sebagai penulis seutuhnya, aku paham bahwa selama ini ayah selalu berbohong bahwa hidupnya baik-baik saja dengan menulis.
Wawan Kurniawan, menulis puisi, cerpen, esai, novel, dan menerjemahkan. Menerbitkan buku puisi pertamanya yang berjudul Persinggahan Perangai Sepi (2013) dan Sajak Penghuni Surga (2017). Serta diundang sebagai penulis Indonesia timur dalam Makassar International Writers Festival (MIWF) 2015. Salah satu novelnya yang berjudul Seratus Tahun Kebisuan menjadi Novel Pilihan Unnes International Novel Writing Contest 2017.