Sumi mengangguk, berusaha tersenyum.
“Ya, besok sehabis dari salat di lapangan, kita semua berziarah ke sana ya.”
“Ya, Nek.”
Anak Sumi, ibu anak itu, berjongkok. Memeluk Sumi. Ikut menangis. Sumi makin terisak, merasa bagaimana malam Lebaran ini sangat sunyi tanpa suami. Apalagi kehilangan seorang sahabat suami karena menjadi lelaki brengsek seperti Tarman, makin menambah rasa sunyi itu… ***
MUSTOFA W. HASYIM, sastrawan, sekarang tinggal di Kotagede, Jogjakarta.