Cerita Dodit dan Rahasia Penulis Joni

Tentang Mendiang Joni, nasibnya memang buruk. Apalagi sehari setelah ia meninggal naskahnya menjadi juara satu sayembara Novel Nasional, lalu dua naskah yang ia kirim ke surel saya dan satu naskah terjemahan novel Ulysses karya James Joyce yang di garapnya laku keras dan namanya sebagai seorang sastrawan baru serta penerjemah ulung telah mendapat pengakuan publik sastra sampai hari ini. Bahkan beberapa kritikus besar mengatakan bahwa karya-karya Joni ini melampau zaman dan memberi sumbangsih yang luarbiasa untuk kesusastraan Nasional.Ia barangkali seperti Kafka, mati tanpa tahu pengaruhnya akan begitu besar bagi perkembangan sastra setelah mati.

Saya sepertinya tidak salah untuk menyuruhnya menulis sejak dulu, saya memang sudah meyakini ia akan menghasikan karya yang luar biasa. Saya pikir bukan hanya Chairil yang cocok dengan frasa sekali berarti sesudah itu mati, Joni, kawan karib saya juga cocok untuk itu.

Rahasia Penulis Joni

Bukankah hal terburuk adalah mengetahui bahwa masa depan kita akan seperti apa? Kata Tuan Trout. Saya ingat kata-katanya, ia memang betul dan itu menganggu sekali.

Saat kau tahu kau akan memiliki kematian yang tragis, kau tentu berusaha agar itu tidak terjadi. Dan itulah yang akan saya lakukan, memilih kematian saya sendiri. Saya bahkan sudah memikirkan skenario terbaik untuk hal itu. Dan tentu saja merayakan masa depan saya dengan penuh suka cita.

 

Jakarta, Januari 2018

Doni Ahmadi, lahir dan besar di Jakarta. Menulis cerpen dan esai. Redaktur sastra di laman Jakartabeat net dan buletin Stomata.

Arsip Cerpen di Indonesia