/7//
ESOKNYA Jewelia menghampiri Zaini yang tengah menanti pengunjung untuk dilukis. Zaini tersentak, tetapi ia segera menguasai diri. Jewelia memandang hasil lukisan-lukisan Zaini yang digelar, tetapi berbeda dengan pengunjung lainnya ia tak terpengaruh dengan lukisan Anggun yang mengajaknya tersenyum. Jewelia seperti sedang dilanda pesona lukisan kubisme Zaini. Kini Jewelia memandang Zaini. Zaini pun balas memandang. Keduanya kini saling beradu pandang.
Jewelia mengajak Zaini tersenyum. Lalu meloncat kata-katanya.
“Terimakasih sudah memberikan hadiah untuk ulang tahunku.”
Zaini masih belum mengerti. Tetapi buru-buru ia mengulurkan tangannya karena Jewelia mengajaknya berkenalan.
“Oh, Zaini.” balasnya.
Setelah hari itu. Zaini dan Jewelia sering bertemu. Mereka berdua ternyata penggemar Pablo Picasso, pelukis aliran kubisme yang terkenal itu. Kini mereka terlibat hubungan yang sangat manis.
“Je t’aime.” Jewelia mengungkapkan cintanya pada Zaini, begitu pun Zaini mengutarakannya kepada Jewelia. Indah sekali.
/8//
MUSIM panas di kota Paris.
Zaini terkejut. Jembatan Pont des Art yang selalu ramai dikunjungi pasangan-pasangan muda-mudi yang sedang kasmaran pada dindingnya runtuh. Jembatan kuno yang pada lengan-lengannya banyak berisi gembok-gembok cinta yang dipasang muda-mudi untuk kelanggengan cintanya dan melintasi sungai Seine itu ambruk. Zaini berlari berdesakan dengan orang-orang yang juga ingin melihatnya dari dekat. Terlihat banyak orang yang terjebak masuk ke dalam sungai Seine. Beberapa orang mulai terjun untuk menolongnya. Zaini turut pula di dalamnya. Diseretnya orang-orang yang tak bisa berenang menepi. Kemudian ia kembali lagi berenang untuk menyelamatkan yang lainnya. Tiba-tiba ia melihat Jewelia Marjolaine di antara tubuh-tubuh yang tercebur di sungai Seine. Zaini terperanjat, ia segera menolong Jewelia yang hampir-hampir tenggelam.