Tapi semenjak ia menarik diri dari dunia hitam, aku seperti tak lagi bermanfaat. Apalagi di ujung hidupnya yang seperti ini. Sungguh, sebenarnya aku ingin sekali mengatakan padanya, kalau kemampuanku sebenarnya tak hanya sampai di sini saja. Aku bisa melakukan hal yang lebih berguna lagi, terlebih di keadaannya yang seperti ini.
Aku bisa membuat seseorang hidup abadi!
Sejak setahun ini, setelah kakek tua ini jatuh dan orang-orang mengatakannya terkena stroke, si penganggu sudah melakukan hal-hal yang sangat mengerikan. Aku tak tahu secara pasti apa itu. Tapi semenjak kakek ini hanya bisa terdiam di kamarnya, ia mengundang ular-ulang datang. Tentu bukan ular-ular biasa. Ular-ular berwarna merah seperti darah dan mampu masuk ke tubuh melalui bekas-bekas luka yang ada di sekujur tubuh kakek ini.
Aku hanya bisa bergidik. Jelas, ini sesuatu yang mengerikan. Kupikir kakek ini seharusnya telah mati karena penyakitnya. Kamilah yang membuat bertahan sampai seperti ini. Dan si penganggu itu benar-benar tak rela untuk pergi. Ia sepertinya berniat untuk hidup abadi di tubuh ringkih ini!
Dasar iblis mengerikan!
Tapi itulah yang membuat keadaan kakek membaik. Ia mulai dapat meggerakkan tangannya yang semula kaku. Ini tentu saja disambut dengan gembira oleh anaknya. Hanya si cucu yang tak mau menanggapi apa-apa. Aku tahu, ia menyadari kalau kekeknya memang seharusnya sudah mati.
Aku tak ingin semua ini menjadi semakin mengerikan. Dengan kemampuanku yang tersisa, aku mencoba memberi tanda pada si cucu. Namun karena ia tak ada di dekatku, aku hanya bisa menghadirkan mimpi-mimpi padanya.