Bapak Ingin Jadi Halimun

Entah keajaiban apa lagi yang datang menggenapi persiapan penguburan Bapak! Setiap volume air tersedot keluar melewati pipa, menyembur kemudian mengalur menciptakan anak-anak sungai ke dasar bukit, setiap itu pula di dalam lubang kubur muncul lagi rembesan air menggantikannya. Kejadian itu berulang pada lubang kedua dan ketiga! Kutaksir volume air yang berhasil disedot pompa, tergantikan kembali rembesan air baru dari dasar lubang dengan volume yang sama. Ketinggian air di dalam lubang kembali setinggi pinggang.

Opsi memindahkan tempat menguburkan Bapak tidak akan kupilih. Bapak sudah menerakan wasiatnva, “Inilah tanah pemakamanku. Kelak, bila waktunva tiba, kuburkan jasadku di lereng bukit itu.” Baik Ibu, Nenek, maupun adik-adikku kala itu ikut takzim mendengar dan mengiyakan.

***

PERJALANAN kesuksesan Bapak adalah sebuah sejarah. Dari seorang pegawai rendah, Bapak meniti karier puluhan tahun hingga tiba di puncak karier sebagai pejabat tinggi. Jenjang kariernya ibarat undakan yang ia tapaki setahap demi setahap, sampai menjejak di puncak seperti sekarang. Bagi kami anak-anaknya, itu adalah kebanggaan, sedang bagi orang-orang yang mengenal dan mengaguminva, itu adalah ketakjuban.

Bapak juga jeli memikirkan masa tuanya. Ia tidak lupa menyiapkan pula unit-unit usaha sampingan. Unit usaha itu sebagian bahkan menjelma menjadi perusahaan yang berkembang. Itulah persiapan aktivitas Bapak bila kelak sudah pensiun.

Setelah Bapak tuntas menyekolahkan kami anak-anaknya, masing-masing dari kami dibuatkan pula rumah. Soal pilihan pekerjaan, Bapak amat demokratis: bila di antara kami ada yang berminat mengurusi perusahaan, membesarkan usaha warisannya, Bapak amat senang. Namun,bila ingin berkarier di tempat lain, Bapak pun menyilakan.

Arsip Cerpen di Indonesia