Bapak Ingin Jadi Halimun

Aku menyingkir ke lantai atas, lalu keluar bertelekan pada pagar balkon. Dari jauh kutatap kuburan Bapak yang berada di leher bukit. Nisannya terpacak sekitar sepuluh langkah sebelum puncak. Entah kenapa tiba-tiba saya merasa melihat nisan itu mengapung; seakan terdorong oleh tekanan air dari dalam lubang kubur, lalu menarik jasad Bapak melayang, sebelum jatuh menggelinding di lereng bukit.

Kukerjapkan mata. Tangis yang sejak tadi kukulum kini pecah berderai.

 

Parepare, Des. 2017-Mar. 2018

Pangerang P. Muda guru SMK di Parepare dan menulis cerpen di beberapa media. Di samping buku kumpulan cerpennya Menghimpun Butir Waktu (2017) yang telah terbit, beberapa cerpennya juga ikut dalam buku antologi cerpen.

Arsip Cerpen di Indonesia