Bulan Berdarah

Baca juga: Tumbal Suramadu – Cerpen Muna Masyari (Jawa Pos, 19 Februari 2012)

Bhuta? Diakah Bhuta? Tapi ….

Sepasang kaki mendekat. Sandal jepit biru pudar membuat matamu terbelalak. Semburan caci-maki kembali terngiang. Tuntutan pengucilan membuat dadamu terbakar. Sebilah pisau perlahan kau lepas dari gigitan. Kau cengkeram gagangnya kuat-kuat. Sosok Bhuta di kepalamu lenyap.

Di luar sana, bulan berlumur darah. (*)

 

Madura, Maret 2018

Catatan:

[1]  bulan gerring atau sakit, istilah bagi orang Madura untuk sebutan bulan gerhana.

 

Muna Masyari adalah nama pena dari Munawaro M. Lahir di Pamekasan, Madura, 26 Desember 1985, cerpen-cerpennya telah termuat di Jawa Pos, Kompas, Koran Tempo, Media Indonesia, dan berbagai media lainnya. Bisa dihubungi melalui e-mail: masyarimuna@gmail.com

Arsip Cerpen di Indonesia