Kisah Cinta Paling Sederhana di Dunia

Perempuan adalah makhluk imajiner. Ia pandai membangun mimpi, menatanya tatkala bangunan mimpi itu tiba-tiba hancur. Bahkan, ia tak pernah jera untuk membangun mimpi baru, bangunan baru di atas bidang pijakan yang sama. Perempuan adalah salah satu bukti nyata Maha Kasih-Sayang Tuhan.

Burung-burung sudah usai mencari makan. Mereka telah berkumpul kembali dengan anak-anaknya di sarang yang telah ia rangkai dengan tenaga seadanya. Kabut tipis perlahan turun, mengaburkan pandangan. Rumah dengan pencahayaan yang kemilau itu laksana kilau sebuah mutiara yang dijatuhkan Tuhan ke atas lembar hijau permadani.

Baca juga: Huruf – Cerpen Midadwathief (Radar Banyuwangi, 01 Juli 2018)

“Anak-anak… Sudah malam. Ayo masuk… Kita makan malam…” perempuan dengan rambut bercahaya itu memanggil belasan bocah yang bermain riang di halaman rumah yang berada di tengah perkebunan teh itu. Suara celoteh bocah-bocah itu terdengar memekakkan telinga. Satu per satu mereka masuk ke dalam rumah. Bocah-bocah itu berlarian ke Ayah-Ibu mereka. Seluruh anggota keluarga telah berkumpul.

Perempuan dengan rambut bercahaya itu mengarahkan seorang pembantu memenuhi kebutuhan keluarga untuk makan malam. Lelaki tua di sisinya itu tertawa lepas menikmati saat-saat indah kebersamaan mereka. Keenam anak mereka yang melahirkan cucu-cucu cerdas telah berkumpul secara berkala di rumah kebun itu.

“Rani… Kau tahu luka dan cacat pada jiwa, dan cintamu ternyata telah menerimanya.”

“Cinta adalah penerimaan. Bunga, tangkai, juga duri, itu semua sangat kecil dibandingkan cinta itu sendiri.”

Mereka menikmati makan malam bersama. Api yang menyala di tungku perapian melahirkan udara hangat. Suara sendok, garpu, dan pisau centang-perenang terdengar bergesekan dan berdenting dengan piring. Teh yang bercampur kapulaga dan kayu manis itu mengepulkan asap dari cangkir-cangkir, menguarkan aroma rindu yang sudah kedaluwarsa.

 

Zyadah adalah nama panggilan dari Ziyadatul Khairoh. Kelahiran Situbondo 08 Desember 1993. Mahasiswi Fakultas Dakwah Bimbingan Penyuluhan Islam Universitas Ibrahimy Situbondo sekaligus santri di PP Salafiyah Syafiiyah Sukorejo Situbondo. Cerpen dan puisinya pernah dimuat di beberapa media seperti Radar Banyuwangi, Koran Pantura, dan Koran Madura.

Arsip Cerpen di Indonesia