Pertemuan Impian

“Ayana sudah berjanji dulu, jika kamu pulang maka dengan segala kekuranganmu akan aku maafkan dan aku terima. Jika tidak, maka akan aku ikhlaskan kepergianmu. Allahu akbar, Allah telah mengabulkan rintihan kecil hamba-Nya. Mas Umam sudah menyatakan kembali untuk Ayana dan ingin mengkhitbah Ayana. Urusan itu datanglah ke rumah temui waliku, Mas. Minta diriku pada mereka, selaku perantara Allah yang mengurusku di dunia, dan izinkanlah Ayana meminta waktu satu bulan untuk mengenal­mu kembali, Mas.” Pintaku padanya, dengan penuh haru dan tetesan air mata yang sudah ingin meluap.

Baca juga: Lelaki yang Menderita bila Dipuji – Cerpen Ahmad Tohari (Kompas, 07 Oktober 2018)

Permintaan itu pun disetujui oleh Umam dengan penuh keikhlasan. Malam itu adalah pertemuan impianku yang menjadi ken­yataan. Bersama Allah aku pasrahkan atas segala doa dan harapan. Jika sudah berjodoh lari ke kutub manapun akan bersatu juga. Maka percayalah.

 

Penulis adalah Mahasiswi FKIP UMSU.

Arsip Cerpen di Indonesia