Oleh Santi Al Mufaroh (Suara Merdeka, 07 Oktober 2018)

Dinda hanya memandangi makanan di piringnya. Hampir setengah jam ia mengaduk- aduk nasi dan sayur tanpa menyendok sekalipun. Padahal banyak yang memuji kalau pecel buatan Mama sungguh lezat.
“Ayo Dinda, dimakan sayurnya,” bujuk Mama dengan sabar. Disodorkannya semangkuk sayur sop yang baru selesai dimasak Mama.
“Sudah kenyang,” jawab Dinda ketus. “Pokoknya Dinda nggak mau makan sayur.”
“Sayang, sayur itu bagus buat kesehatan. Dinda kan sedang dalam masa pertumbuhan, jadi harus banyak makan sayur.”
Baca juga: Satu Nusa Satu Bangsa – Oleh Tyas KW (Kompas, 08 Juli 2018)
Dinda tak menyahut perkataan Mama, ia justru masuk kamar dan mengacuhkan panggilan Mamanya. Dinda merasa sebal karena orang tuanya melarang ia jajan sostel malah menyuruhnya makan sayur. Ia merasa jijik dan ingin muntah jika melihat kubis, bayam, dan kacang.
Beberapa hari yang lalu setelah pelajaran olahraga, siswa-siswi kelas VI SD Kusuma Bangsa segera menyerbu kantin. Seperti biasa mereka pasti memesan es teh, es sirup atau jus. Berbeda dari teman-teman sekelas, Dinda dan Nina minum teh hangat terlebih dahulu. Karena Dinda tidak membawa bekal, maka ia pun memesan nasi dan sayur sop dari kantin. Belum sempat ia menyendok, Dinda melihat dua ulat kecil mengambang dalam kuah sopnya. Seketika ia menjerit ketakutan. Ia pun bersyukur belum memakan sayur.
“Tenang, Dinda. Ulatnya sudah mati. Tidak apa-apa,” hibur Nina.
Baca juga: Diserbu Rayap – Oleh Kak Ian (Padang Ekspres, 16 September 2018)
Tetapi Dinda yang sudah merasa jijik tidak mau melanjutkan makannya. Ia lantas membenci sayur. Jangan-jangan di semua sayuran ada ulat-ulatnya, hiii…. pikir Dinda. Ia bergidik membayangkan jika ulat-ulat itu termakan olehnya. Mereka akan hidup di perut Dinda dan membuatnya cacingan.
Karena itu, Dinda memilih sostel untuk mengisi perutnya. Jajanan berupa sosis goreng yang dibalut telur dan dibumbui saus tomat itu sedang populer saat ini. Rasanya sangat enak dan Dinda pun menyukainya.
“Dinda, jangan beli jajan yang aneh-aneh lagi,” larang Mama waktu mengetahui anaknya suka jajan sembarangan.
“Sostel itu enak, Mama,” bantah Dinda.