Selanjutnya, tak seperti hari-hari biasa saat ditemukan seonggok mayat. Hari ini lain, beberapa orang di kota kami mendadak sibuk dan pandangannya itu, pandangan tajam seperti menaruh curiga saat memandang. Berarti kejadian ini mulai dianggap serius, pejabat tak lagi sekadar menenangkan lewat radio, polisi tak lagi sekadar mendeham dan menggeleng-gelengkan kepala. Semua mendadak sibuk mencari tahu. Karena mayat yang ditemukan hari ini adalah bagian dari mereka. Sebelumnya ini tak pernah terjadi, mayat besar baru ditemukan kali ini.
Mayat, mayat, ada mayat besar mengapung… mayat besar tidur di jalanan. Orang-orang kenyang jadi mayat, anjing menggigit manusia, kucing berbusa, anak gemuk kekenyangan, bayi dibeli. Mayat, mayat….
Baca juga: Bisnis Keluarga – Cerpen Soe Tjen Marching (Koran Tempo, 13-14 Oktober 2018)
Mayat yang ditemukan hari ini begitu penting. Semua orang mesti berduka dan berkabung tidak terkecuali. Semua kegiatan cari makan harus dihentikan, semua mesti datang ke rumah duka untuk berduka.
Maka berbondong orang-orang di kota menuju rumah duka. Semua tampak mengerikan seperti barisan mayat berjalan yang sedang diawasi malaikat pencabut nyawa dan burung pemakan bangkai. Begitu kurus, mata orang-orang itu sayu, pakaian compang-camping, dan mereka semua diarahkan berbaris rapi selayaknya orang-orang normal.
“Semua mesti berduka tidak terkecuali! Dan selepas ini, jangan harap kami bakal memberi jatah beras lebih untuk kalian. Semua jatah bahan pokok akan kita potong karena kalian sudah berani memberontak.”
Baca juga: Memburu Sekutu Iblis – Cerpen Ken Hanggara (Koran Tempo, 06-07 Oktober 2018)
Apa maksudnya?
“Saya tahu, satu di antara kalian atau bahkan kalian semua adalah pembunuh!”
Ooo, jadi begitu. Orang-orang kurus-yang seperti mayat berjalan-itu dicurigai sebagai pembunuh mayat yang ditemukan hari ini.
“Tapi sekarang, berkabung dulu!”
Mereka-orang-orang kurus itu-hanya menurut, berbaris macam ular dan semua wajah menggambarkan kesedihan. Wajah sedih itu memang tidak dibuat-buat, barangkali mereka memang benar-benar sedih. Bukan perkara soal mayat yang ditemukan hari ini, itu tidak perlu, yang lebih penting adalah soal nasib dan perut mereka. Hari ini mesti berkabung dan artinya satu hari penuh mereka bakal lebih lapar.