Kabar dari Australia

Mata Bu Pon mulai berkaca karena ia tengah berhadapan dengan momentum perpisahan pertama dengan Nazir. Anaknya, yang boleh dibilang mewarisi bagian luar dan dalam dari dirinya itu akan merantau seorang diri ke daerah antah berantah. Tak ada saran atau petuah khusus yang bisa ia sampaikan, karena ia pun belum sekali pun pernah ke Negeri Kangguru. Ia tahan seluruh gejolak dalam hati. Ia tahan seluruh pasukan perang yang bersiap menghantam kenyataan bahwa ia akan segera kehilangan sosok buah hati dari hari-hari.

Baca juga: Pete Si Kerdil – Cerpen Carol Moore (Haluan, 07 Oktober 2018)

Mata Bu Pon semakin berkaca saat Nazir telah tuntas mengangkat seluruh barang bawaan ke bagasi travel. Namun, entah sihir apa yang Nazir mainkan pada sentuhan terakhirnya pada Bu Pon sebelum masuk ke mobil. Tiba-tiba air mata Bu reda. Ia sedikit lebih tenang dari sebelumnya. Tak lama kemudian, mesin mobil menyala, isyarat keberangkatan telah ia terima. Nazir dengan lembut melepaskan genggaman dari tangan Bu Pon. Ia lalu melangkah ke arah ayah dan lalu memagut beliau. Kesedihan tetap tak terelakkan di antara mereka walau pun sedari dulu mereka tak begitu dekat. Nazir masuk ke mobil. Perlahan mobil melaju. Semakin jauh dari mereka berdua, dan hilang di kejauhan itu.

***

Di luar rumah cuaca begitu bersahabat. Begitu cerah. Begitu ceria. Tak terlihat sedikit pun awan kelam. Hanya awan-awan yang mengambang putih laksana kapas. Pagi itu adalah pagi di bulan November, tetapi tak sedikit pun terwarnai kegelapan mendung. Sepertinya pagi itu ditujukan bagi orang-orang yang tengah dirundung keberuntungan  dan nikmat akan kehidupan, salah satunya Bu Pon, yang tampak cerah saat keluar dari teras rumah menuju halaman.

Baca juga: Tembok Kamar – Cerpen Linda A. Lestari (Haluan, 30 September 2018)

Tak jauh dari pagar rumahnya, beberapa kaum ibu tengah sibuk memilih bahan masakan di gerobak motor milik Inang sang pedagang. Seperti biasa, tak sekadar memilih bahan masakan, ibu-ibu itu akan selalu bergosip tentang hal-hal up to date di sekitar mereka, seperti kejadian-kejadian yang terjadi pada orang-orang yang tinggal di sekitar daerah itu. Misalnya sekarang ini, yang paling kudian hadir dalam kumpulan itu adalah Bu Pon, maka Bu Pon-lah bahan gunjingan mereka. Tentu saja soal Nazir yang baru berangkat ke Australia dua hari lalu.

Arsip Cerpen di Indonesia