Bu Pon berjalan ke kerumunan ibu-ibu yang segera berhenti bergunjing dan lekas memasang muka palsu agar tak dicurigai.
“Eh, Bu Pon. Ke mana saja, Bu? Sudah beberapa hari saya tak melihat ibu belanja. Atau ibu lagi tidak masak?” Tanya seseorang dari mereka.
“Tidak, Bu Wati, saya kemarin itu memang belanja langsung ke pasar. Soalnya Nazir memesan beberapa macam samba untuk di bawa ke Australia sana. Maklumlah, Bu, Nazir akan lama di sana, makanya saya masaki beberapa macam samba agar ia tidak cepat rindu,” kata Bu Pon begitu detail kepada Wati. Ibu-ibu lain ikut mengangguk.
Baca juga: Bunga Kesunyian yang Tumbuh di Jantungmu – Cerpen Risda Nur Widia (Haluan, 23 September 2018)
“Ohh, iya.. iya. Jadi, sekarang Nazir sudah sampai di Australia itu, Bu?”
Bu Pon terdiam cukup lama untuk menjawab pertanyaan ratu gunjing itu. Sebab, ia sendiri belum tahu apakah anaknya sudah sampai atau belum.
“Tentu saja sudah, Bu. Ia menelepon saya tadi malam dan mengatakan sudah sampai di dan baik-baik saja. Nazir mulai bekerja minggu depan setelah selesai mengurus segala keperluan.” Peryataan Bu Pon sangat tergesa-gesa tetapi kedengaran amat meyakinkan.
Para ibu mengangguk paham. Namun tak lama berselang, gawai Bu Pon berdering. Ia merogoh saku dan menengok suaminya tengah memanggil lewat layar gawai.
Baca juga: Yang Retak di Malam Ketujuh – Cerpen Muhtadi Chasbien (Haluan, 15-16 September 2018)
“Assalamualaikum, Yah.” Suara Bu Pon sangat pelan.
“Waalaikumsalam, Bu. Ibu di mana?”
“Sedang belanja sama Inang Lamria, Yah. Ada apa?”
“Bu, ayah dapat kabar tentang Nazir dari Australia, Bu.”
Suami Bu Pon lalu menerangkan bahwa yang meneleponnya adalah salah seorang petugas keamanan bandara di Australia. Awalnya ia tidak mengerti apa yang petugas keamanan bandara itu katakan lewat gawai, hingga seseorang di ujung telefon bertindak sebagai penerjemah. Petugas keamanan bandara itu mengatakan, saat ini ia tengah menahan seorang pria asal Indonesia dengan paspor dan visa yang tak identik. Mereka pun telah mengamankan pria tersebut dan akan segera memulangkan ke Indonesia.