“Iya, ini rumah sakit. Kamu di sini karena aku menemukanmu tergeletak di jalan jadi aku bawa kamu ke sini karena aku yang nolong kamu. Eh.. bukan aku sih tapi malaikat kamu. Kalau aku sih cuma bantu bawa kamu ke sini.”
Dewi menjawab beruntun, urut sesuai pertanyaanku kepadanya. Aku baru ingat apa yang telah terjadi.
“Terus?”
“Waktu itu kan penyakit jantung kamu kambuh, kondisinya makin parah dan rusak. Jadi kamu membutuhkan donor jantung yang masih berfungsi pada saat itu. Pihak rumah sakit sudah mencoba mencari donor jantung yang cocok buat kamu. Nah, untung ada seseorang berhati malaikat yang nolong kamu. Dia sakit juga, sih. Tapi dia sadar kalau waktunya bertahan hidup di dunia ini sudah tidak lama lagi. Jadi, dia bilang ke dokter supaya jantungnya didonorkan ke kamu. Dia juga sudah menandatangani pernyataan bahwa dia akan mendonorkan jantungnya setelah dia meninggal. Dan sekarang…jantung dia ada di tubuh kamu. Sekarang jantung kamu sudah normal. Oh, iya, selamat ya, operasi kamu berjalan dengan baik, lancar, dan.. berhasil alias sukses!”
Baca juga: Matinya Penyembah Puisi – Cerpen Ken Hanggara (Rakyat Sultra, 19 September 2018)
“Malaikat?…malaikat yang kamu sebut itu siapa, Dewi?”
“Aku juga nggak tahu, dokter cuma bilang begitu.”
“Terus.. yang menemani aku saat koma, siapa? Ibu dan adikku ke mana?”
“Aku yang menemani kamu saat koma. Adik kamu ada di rumah tante kamu. Kalau ibu mu… aku nggak tahu.”
“Yang bayar biaya rumah sakit, siapa?”
“Tenang saja, biaya kamu di sini sudah diurus semua sama papaku dan orang yang sudah mencarikan donor jantung buat kamu itu juga papaku”
Baca juga: Kawali dan Pistol – Cerpen Alfian Dippahatang (Rakyat Sultra, 17 September 2018)
“Makasih, ya”
Dewi tersenyum, menggangguk.
Dokter masuk saat aku dan Dewi masih mengobrol. Ia tampak lega melihatku.
“Adi, sudah sadar?”
Aku dan Dewi hanya mengangguk hampir bersamaan.
“Dokter…Maaf, saya mau tanya. Siapa yang sudah mendonorkan jantung untuk saya?” Dokter tak menjawab. Ia memeriksa kondisiku dengan teliti. Memastikan semua alat yang masih menempel di tubuhku menunjukkan hasil yang normal.