Ibuku Malaikatku

“Dok, pertanyaan saya…?”

Dokter mengeluarkan sesuatu dari saku bajunya lalu menyodorkan padaku.

“Kamu baca dulu ini. Kamu akan menemukan jawabannya di dalam surat ini.”

Dokter meninggalkan ruangan dan aku yang masih lemas dengan sepucuk surat di tanganku.

Baca juga: Lelaki Bermata Teduh – Cerpen Marzuki Wardi (Rakyat Sultra, 07 September 2018)

Ku buka surat itu dan langsung membacanya.

Adi, anakku, saat kamu membaca surat ini, ibu sudah pergi jauh dan tak akan kembali ke dunia ini. Dengan jantung ibu di tubuh kamu, ibu akan selalu di sampingmu, Sayang. Maafkan Ibu yang sudah membuat hidupmu susah. Selamat tinggal Adi, anakku… Ibu menyayangimu…

Surat telah kubaca dan aku seketika menumpahkan air mata. Aku telah menemukan jawaban. Ibuku. Aku menangis dan menyesal karena telah mengabaikan kehadirannya di dunia ini. Bahkan, di saat terakhir hidupnya pun aku tidak ada di sampingnya. Andai aku dapat mengulang waktu dari awal.

Aku sangat menyesal. Sekarang aku sadar bahwa ibuku, dia, malaikatku.

 

Nanda Rista Noviati lahir di Rembang, 18 November 1997. Tercatat sebagai mahasiswa semester V di Universitas Negeri Semarang. Karyanya berupa cerpen dimuat di Harian Pikiran Rakyat dan novel Satu Hati Dua Bintang (Buku Orizaee Publisher, 2017). Ia tinggal di Desa Jadi RT 01/02, Sumber, Rembang. Nanda dapat dihubungi melalui ponsel: 085314108682 dan pos-el: nandarista0@gmail.com

Arsip Cerpen di Indonesia