“Tak ada ujung,” ucap ayahmu, kau teringat itu. “Kau akan terus berjalan selama anak-cucu kita terus saling mengalirkan darah. Kau baru bisa berhenti jika mereka berhenti.” Kau mendadak ingin menangis.
Baca juga: Utang Darah Manusia Harimau – Cerpen Guntur Alam (Jawa Pos, 29 Juli 2018)
IV
TELAH seribu tahun, ah tidak, kau meyakini mungkin sudah jutaan tahun. Kakimu sudah kapalan, lututmu sudah letih bukan kepalang. Namun kutuk harus tetap dijalankan. Tak ada ujung dari pengembaraan ini. Kau tahu itu, selama darah masih mengalir di atas tanah, kau akan terus berjalan bahkan hingga kedua kakimu melepaskan diri karena lelah sekalipun. Dan kini, kau mendadak rindu melihat puting susu ibumu, saat mata kanak-kanakmu mengerjap di balik rambutnya yang panjang dan berbau susu segar.
Pali, 2018
Guntur Alam, buku kumpulan œrpen gotiknya Magi Perempuan dan Malam Kunang-kunang, Gramedia Pustaka Utama, 2015. Saat ini menetap di Pali.