Upaya Menghapus Kenangan

Ia tak menjawab meski tersinggung. Beberapa detik berikutnya laki-laki itu pergi tanpa ucap. Kepergian yang tiba-tiba itu, berharap mampu membuat istrinya merenung, sadar, lalu mengubah sikap.

Perkenalan mereka diawali dengan ketidaksengajaan laki laki itu melihat foto profil Facebook-nya. Tanpa berpikir panjang, ia mengirim permintaan pertemanan. Selama permintaan pertemanannya belum diterima, ia rajin sekali membaca status perempuan itu yang dilempar pada dunia maya. Beberapa fotonya diunduh untuk dilihatnya saat ia tak lagi online.

Baca juga: Masa Lalu yang Tertinggal di Dalam Tubuh – Cerpen Aksan Taqwin Embe (Rakyat Sultra, 15 November 2018)

Demi Tuhan, aku hanya mencintaimu, Lelakiku. Pada suatu waktu, ia menemukan status Yuli. Hatinya menjadi bergelombang seperti kolam yang awalnya tenang tiba-tiba diganggu oleh lemparan kerikil. Ia tahu status itu bukan untuk dirinya. Mana mungkin untuk dirinya sedangkan ia belum berteman? Lalu berkesimpulan, perempuan itu sudah memiliki kekasih. Kesimpulan yang mampu membuat luka menganga di hatinya.

Sebagai balasan atas statusnya, ia menulis status juga meski tak yakin perempuan itu akan membacanya. Kalau pun suatu saat dibaca, ia tak yakin perempuan itu akan meyakini bahwa status ini untuknya, meski benar untuknya. Bila cintamu berada di dasar lautan, aku akan meminta pada Tuhan agar mengirimkan laki-laki pembunuh yang mau membakar tubuhku lalu abunya ditabur di atas lautan. Status itu disukai oleh 57 orang dalam 2 menit. Namun tak ada nama perempuan itu.

Baca juga: Ibuku Malaikatku – Cerpen Nanda Rista Noviati (Rakyat Sultra, 05 November 2018)

Beberapa saat kemudian, ada beberapa pemberitahuan. Salah satunya mengenai permintaan pertemanannya yang telah diterima. Kisah percintaannya semakin dalam, bahkan ia meyakini kisahnya tak akan ada akhir bila mereka menjadi sepasang kekasih.

Mula-mula ia hanya berani menyukai statusnya yang dilengkapi dengan foto. Namun sebuah status yang bernada sedih yang muncul dua detik berikutnya (Caramu menyakitiku, sungguh sempurna. Hebaat….) menggelitik jempolnya untuk ikut berkomentar bersama ratusan orang laki-laki yang komentarnya cenderung menawarkan diri menjadi kekasihnya.

Arsip Cerpen di Indonesia