Upaya Menghapus Kenangan

Tidak ada yang tahu bahwa yang membunuh istrinya adalah dirinya. Tak ada yang curiga karena sebelumnya ia laki-laki berkelakuan baik. Tetangganya setuju dengan hal itu. Saat proses pemakaman, ia hanya diam, tak bicara sepatah kata pun. Orang-orang sebelum pulang memeluknya satu persatu; ada yang menambahkan dengan ucapan bela sungkawa. Di kuburan, tinggal ia dan mertuanya. “Ikhlaskan kepergiannya agar ia bisa tenang di alam sana. Kau harus hidup meski tanpa Yuli, atau kau cepat cari penggantinya. Selama kau tak menemukan istri baru, aku akan menganggapmu anakku dan akan selalu membantumu dalam segala hal,” kata mertuanya yang semakin membuatnya merasa bersalah. Ia tak tahu, apakah mertuanya akan berkata begitu andai tahu yang membunuh Yuli adalah dirinya.

Baca juga: Matinya Penyembah Puisi – Cerpen Ken Hanggara (Rakyat Sultra, 19 September 2018)

“Aku menyesal telah membunuhmu, Yuli,” teriaknya lalu matanya berair. Mata itu selalu berair tiap kali mengingat kenangan bersama istrinya. Teh hangat di teras rumahnya ia minum sedikit.

Beberapa menit kemudian mertuanya datang menghampiri. “Ayo makan malam, Nak! Kamu mulai tadi pagi tidak makan. Aku tunggu di ruang makan,” kata mertuanya. Ia berdiri lalu berjalan di belakang perempuan itu.

Baca juga: Kawali dan Pistol – Cerpen Alfian Dippahatang (Rakyat Sultra, 17 September 2018)

Di ruang makan, terdapat meja yang berbentuk persegi panjang. Dua buah kursi saling berhadap-hadapan di bagian sisi panjangnya. Mereka duduk di kursi itu. Mertuanya meraih piringnya dan mengisi dengan nasi, sup jengkol kesukaannya, serta beberapa potong ikan panggang. Aromanya menggelitik perutnya. Malam itu ia makan dengan lahap. Beberapa kali sup jengkol dituangkan di piringnya. Setelah merasa kenyang, air putih yang diberikan mertuanya diminum hingga tandas. Lima detik berikutnya, ia mencengkram lehernya lalu terkapar dengan busa di mulutnya. ***

 

Muhtadi Chasbien, ia lahir di Sumenep, Desa Rombiya Timur, Kecamatan Ganding 29 tahun yang lalu. Beberapa cerpennya termuat di media cetak (lokal) dan online. Kini ia mengabdi di SMK Sumber Mas, SMPI Mambaul Ulum dan MA Al- Maarif sebagai guru mata pelajaran Matematika. Ia dapat dihubungi di pos-el muhtadichasbien@yahoo.com dan Facebook: Muhtadi Chasbien.

Arsip Cerpen di Indonesia